LAPORAN
DIVUSI
DAN INOVASI PENDIDIKAN SD
“BLOG
PARENTING”
Dosen
Pengampu : Nourma Oktaviarini, M.Pd.
![]() |

Kelompok 
2 :

2 :|
1.
|
Egi
Arganisa T.
|
(14186206212)
|
|
2.
|
Zakia
Salma C.
|
(14186206211)
|
|
3.
|
Selvi
Ayuning Z.
|
(14186206236)
|
|
4.
|
Laxmindra
Bintang
|
(14186206251)
|
|
5.
|
Suci
Ulandari
|
(14186206226)
|
|
6.
|
Ariska
Rahman Dani
|
(14186206358)
|
|
|
|
|
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP PGRI TULUNGAGUNG
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur
senantiasa kami panjatkan kepada tuhan yang maha esa karena berkat rahmat-nya kami
dapat menyelesaikan Laporan “Penggunaan Blog
Parenting” ini dengan baik.
Laporan ini
dibuat untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Divusi dan Inovasi Pendidikan
oleh Ibu Nourma Oktaviarini, M.Pd. Besar harapan kami terhadap laporan ini
terkait dengan kesesuaian isi yang
materi ajar mata kuliah ini dan kiranya dapat membantu menambah wawasan dari
para pembaca sekalian.
Tiada gading
yang tidak retak, kami selaku tim penyusun mohon maaf apabila ada kurang dari
makalah yang telah disusun dan mohon kritik dan saran yang membangun agar dapat
menyempurnakan pembuatan makalah pada tugas selanjutnya.
Tulungagung, 20 November 2017
Tim penyusun,
KELOMPOK 2
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pendidikan (Tarbiyah) adalah
menanamkan akhlak (budi pekerti) yang utama di dalam jiwa siswa, menyiramnya
dengan air petunjuk dan nasihat, sehingga tertanam kuat dalam jiwa dan
membuahkan keutamaan, kebaikan dan suka beramal untuk kemanfaatan tanah air.
Menurut Henry Clay
Lindgren menyebutkan bahwa:
“The family, not
the school, provides the first educational experiences begining in infancy,
with the attempt to guide and direct the child-to train him.” “Keluarga bukan
sekolah, memberikan pengalaman-pengalaman pendidikan yang pertama mulai pada
masa pertumbuhan dengan usaha-usaha untuk membimbing dan mengarahkan anak serta
melatihnya”
Ratna Megawangi
menjelaskan bahwa parenting itu merujuk pada suasana kegiatan belajar mengajar
yang menekankan kehangatan bukan ke arah suatu pendidikan satu arah atau tanpa
emosi.
Dengan demikian,
parenting adalah bagaimana cara mendidik orang tua terhadap anak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Parenting menyangkut semua perilaku orang tua sehari-hari
baik yang berhubungan langsung dengan anak maupun tidak, yang dapat ditangkap
maupun dilihat oleh anak-anaknya, dengan harapan apa yang diberikan kepada anak
(pengasuhan) akan berdampak positif bagi kehidupannya terutama bagi agama,
diri, bangsa, dan juga negaranya.
Tugas utama
mencerdaskan anak tetaplah ada pada orang tua meskipun anak telah dimasukkan ke
sekolah agama. Peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak sangatlah
penting dalam mengembangkan potensi anak. Proses penanaman aqidah berada di
tangan orang tua karena dalam hal ini keluarga diberi kepercayaan oleh Allah
untuk mendidik dan mengasuh anak-anak mereka.
Manusia dikatakan
sebagai makhluk psycho-physics neutral, yaitu makhluk yang memiliki
kemandirian (self ensteem) jasmaniah dan rohaniah. Di dalam
kemandirannya itu manusia mempunyai potensi dasar atau kemampuan dasar yang
merupakan benih yang dapat tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan
itu memerlukan pendidikan dan bimbingan.
Pada usia
kanak-kanak, mereka belum mempunyai pemahaman dalam melaksanakan ajaran agama
Islam, akan tetapi di sinilah peran orang tua dalam memperkenalkan dan
membiasakan anak sebagai upaya untuk menggali potensi mereka. Potensi tersebut
khususnya potensi keagamaan.
Sifat agama pada
anak mengikuti pola ideas concept on authority, artinya konsep
keagamaan pada diri mereka dipengaruhi oleh faktor luar diri mereka. Oleh
karena itu, orang tua sebaiknya lebih cerdas dalam hal mengasuh anak-anaknya
mengingat secara psikologi, masa kanak-kanak adalah masa-masa yang potensial
dalam perkembangannya.
Selain manusia
sebagai makhluk psycho-physics neutral, juga sebagai makhluk homo-socius,
yaitu berwatak dan berkemampuan dasar atau yang memiliki garizah (insting)
untuk hidup di masyarakat. Selain sebagai makhluk individu, manusia juga
merupakan makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan untuk berinteraksi dengan
kelompoknya, berinteraksi dengan lingkungannya
Dalam berinteraksi
dengan lingkungannya ada kecenderungan pengaruh-pengaruh yang masuk dalam diri
pribadi baik dalam hal tingkah laku, gaya bicara, maupun pola hidup. Sehingga
jika seorang anak sudah mulai berinteraksi dengan dunia luar, maka pengawasan
orang tua dalam hal ini sangat bermanfaat bagi anak di masa pertumbuhan dan
perkembangannya.
Manusia punya kecenderungan
untuk bergaul dan bersosialisasi dengan dunia luar. Pada masa kanak-kanak,
mereka masih memerlukan bimbingan dari orang tua agar dalam bergaul mereka
tetap pada akhlak Islami. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan bimbingan
dan teladan baik di rumah maupun di luar rumah.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Blog Parenting
2. Tujuan Pembuatan Blog
Parenting
3. Manfaat Blog Parenting
4. Cara Kerja Blog Parenting
5. Kelebihan dan Kekurangan
Blog Parenting
C.
TUJUAN MASALAH
1. Mengetahui Pengertian Blog
Parenting
2. Mengetahui Tujuan
Pembuatan Blog Parenting
3. Mengetahui Manfaat Blog
Parenting
4. Mengetahui Cara Kerja Blog
Parenting
5. Mengetahui Kelebihan dan
Kekurangan Blog Parenting
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN BLOG PARENTING
Blog merupakan singkatan dari web log
adalah bentuk aplikasi web
yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah
halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi
terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya
demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan
dari si pengguna blog tersebut. Parenting adalah pekerjaan dan ketrampilan
orang tua dalam mengasuh anak. Pembahasan mengenai parenting dalam referensi
ini, penulis tekankan pada pembahasan pola asuh anak oleh orang tua dalam
keluarga dan guru di sekolah. Menurut Chabib Thoha, parenting merupakan suatu
cara terbaik yang ditempuh oleh orang tua dalam mendidik anak sebagai
perwujudan dari rasa tanggung jawab kepada anak. Sedangkan menurut M. Shohib,
pola asuh adalah upaya orang tua yang diaktualisasikan pada penataan lingkungan
sosial, lingkungan budaya, suasana psikologis serta perilaku yang ditampilkan
pada saat terjadinya pertemuan dengan anak-anak.
B.
TUJUAN PEMBUATAN BLOG
PARENTING
Bagi seorang blogger,
aktivitas blogwalking ini menjadi sangat penting. Hampir semua blogger
melakukannya. Hampir dipastikan, pada umumnya blogger melakukan dua hal
terpenting dari ngeblog yaitu : menulis (update postingan) dan dilanjutkan
dengan blogwalking.
Tujuan blogwalking antara
lain:
1. Mencari
Informasi.
Saya
biasanya melakukan blogwalking untuk mencari informasi dan kejadian hangat yang
sedang berkembang saat itu. Berawal dari sebuah kata kunci yang saya ketikkan
di search engine, saya blogwalking menelusuri blog-blog yang menuliskan tentang
informasi yang saya butuhkan tersebut.
Jika saya
membutuhkan informasi tentang dunia blogging, saya sangat senang jika menemukan
sebuah blog yang memasang plugin related post. Dengan adanya post-post sejenis
yang disuguhkan dalam sebuah blog, itu akan menghemat waktu saya dalam
blogwalking.
2. Sekedar
Bersosialisasi.
Beberapa
blogger melakukan aktivitas blogwalking untuk sekedar bersosialisasi. Menyapa
teman-temannya melalui fitur shoutbox. Menunjukkan bahwa dirinya masih secara
rutin berkunjung ke ‘rumah’ teman-temannya.
Menjalin
hubungan yang baik dengan blogger lain merupakan salah satu hal yang musti kita
lakukan. Komunikasi menjadi sangat penting, dan salah satunya bisa kita lakukan
dengan blogwalking.
3. Mempromosikan
Blog Baru.
Blogwalking
menjadi sarana yang sangat efektif untuk memperkenalkan keberadaan blog baru
yang kita miliki. Dengan meninggalkan jejak (alamat blog)
kita pada blog yang telah lebih dahulu ada, membuat kita memiliki kemungkinan
untuk dikunjungi balik oleh pemilik blog dan ditemukan juga oleh pengunjung
lain blog tersebut.
4. Mengharapkan
Kunjungan Balik dan Komentar.
Blogger
melakukan aktifitas blogwalking sebagai sebuah usaha untuk mendapatkan
kunjungan balik dan juga komentar pada postingan yang telah mereka tulis.
Dengan
mengunjungi lebih banyak lagi jumlah blog dalam blogwalking, mereka berharap
blogger yang telah dikunjungi dapat meluangkan waktu mereka untuk melakukan
kunjungan balik.
5. Menambah
Jaringan.
Daftar
blogroll yang kita miliki, sedapat mungkin jangan sampai menghalangi jumlah
blog yang kita kunjungi dalam blogwalking. Blogwalking dapat memperluas
jaringan yang kita miliki. Caranya dengan mengklik link yang terdapat pada
blogroll blog lain, sehingga jaringan kita dapat bertambah luas.
6. Menjalankan
Bisnis.
Ini mungkin ada
hubungannya dengan point nomer 5. Dalam menjalankan bisnis, terutama yang
dibutuhkan adalah jaringan. Tentu tidak bisa langsung melakukan hard selling
begitu saja: menawarkan produk setiap saat. Akan lebih baik jika kita telah
memiliki kepercayaan dari jaringan yang telah dimiliki, baru melakukan bisnis
dengan jaringan tersebut.
Dari
pengalaman saya blogwalking ke beberapa blog, saya merasakan setidaknya ada dua
manfaat besar yang saya peroleh.
C.
MANFAAT BLOG PARENTING
Manfaat blogwalking
yang saya rasakan :
1. Menemukan Blog Bagus.
Banyak blog bagus
yang saya temukan dari blogwalking. Biasanya saya akan segera memasukkan alamat
blog bagus tersebut ke dalam feed reader saya. Supaya ketika mereka melakukan
update, saya bisa segera mengetahuinya. Aktifitas blogwalking membuat saya
dapat mengambil manfaat dan ilmu yang ditulis oleh blogger lain. Jika ada yang
bagus, saya dapat mengadopsi atau meniru ilmunya.
2. Personal Branding.
Usahakan untuk
meninggalkan komentar yang berkualitas. Hal ini akan memberikan personal
branding yang baik pada diri kita. Jika kita hanya meninggalkan komentar yang
sembarangan dan seadanya, tentu blogger lain juga berpikir bahwa kita adalah
orang yang sembarangan dan biasa-biasa saja.
D.
CARA KERJA BLOG PARENTING
E.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
BLOG PARENTING
Blog merupakan wabah baru didunia internet
saat ini, jadi sebelum ada melakukan
blogging tidak ada salahnya kalau anda melihat beberapa pertimbangan kelebihan dan kekurangan blog.
a. Kelebihan Blog
Selain karena sifatnya yang ada dalam jaringan internet,
beberapa kelebihan dari blog lainya adalah sifatnya berdiri sendiri sebagai
media, selain itu blog juga cenderung non-formal dalam penggunaan bahasa yang
dipakainya.
Blog memungkinkan terjadinya iteraktifitas atara sember
dengan penerima informasi. Informasi yang disampaikan akan langsung direspon,
ditambahi, dikoreksi dan diperkaya oleh orang lain. Oleh karena itu, suatu
topic mungkin bisa menjadi lebih menarik dengan adanya diskusi antara blooger
dengan pengunjung weblognya.
Weblog adalah media yang digunakan secara personal, baik
individual maupun institusional. Tidak ada persyaratan personal yang diberikan
dari pihak manapun untuk bisa memiliki dan mengelola weblog sendiri. Formatnya
yang mudah diaplikasikan dan pengelolaannya yang tidak rumit membuat media ini
bisa diopersikan oleh siapapun. Tidak diperlukan kemampuan teknis atau
kemampuan dasar jurnalisme untuk mempublikasikan informasi dalam weblog.
b. Kekurangan Blog
Beberapa kekuranga blog diantaranya adalah rentan
terkena virus, hacker atau spywere. Selain itu, blog juga kurang sentuhan
manusiawi, mudah disalahgunakan fungsinya, dan tulisan yang ada di dalam blog
kurang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk itu, ada beberapa upaya agar kekurangan ini dapat
diminimalisir. Diantaranya yakni dengan menggunakan bahasa pemograman yang
aman, manggunakan desein menarik, dan memiliki control penulisan artikel yang
benar.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pada zaman sekarang ini banyak para orang tua wali
siswa sudah mengikuti perkembangan teknologi pada saat ini. Sehingga dengan
pembuatan blog parenting dapat memudahkan para orangtua dalam mengikuti
perkembangan peserta secara lebih jelas dan terperinci, bahwa para orangtua
juga turut berpartisipasi dan berperan dalam perkembangan belajar siswa. Oleh
karna itu orangtua harus memberikan bimbingan dan teladan baik di rumah maupun
di sekolah.
B.
SARAN
Suatu topic mungkin
bisa menjadi lebih menarik dengan adanya diskusi antara blooger dengan
pengunjung weblognya. Maka dari hal tersebut di perlukan adanya bimbingan dan
pengawasan terhadap peserta dalam perkembangannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar